Definition List

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer

Ingin Sukses? Ingat Filosofi Berikut

Kapasitas otak manusia menurut penelitian adalah 2,5 petabyte atau sama dengan 1 juta gigabyte. Bayangkan berapa banyak data yang dapat disimpan dengan kapasitas sebesar itu. Meskipun semua buku yang pernah kita baca, musik yang pernah kita dengan, gambar yang pernah kita lihat, dan video yang pernah kita tonton diakumulasikan ukurannya, dapat diyakini tidak akan mencapai 1 juta gigabyte. Wow, Luar biasa! Hanya saja kita perlu "menyusunnya" dengan rapi, seperti halnya data di komputer, agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Lalu bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik? Belajar, belajar, dan belajar. Semakin kita banyak mempelajari hal baru, semakin banyak pula kapasitas otak yang kita gunakan. Prinsip kerjanya sama dengan mesin. Mesin yang tidak pernah digunakan apalagi tidak dirawat malah akan lebih cepat dan mudah mengalami kerusakan, sedangkan mesin yang digunakan dengan rutin dan dirawat akan memiliki umur yang lebih panjang.

Di sebuah kampung ada seseorang yang melakukan sebuah riset terhadap seekor kodok. Orang tersebut memasak air hingga mendidih 100 derajat celcius. Lalu, dia memasukkan seekor kodok yang masih hidup tadi ke dalam air yang sudah mendidih tersebut, seketika itu juga kodok melompat tak tentu arah merespon rasa panas yang didapatnya. Lalu orang tersebut menggunakan teknik lain, yaitu memasukkan kodok ke dalam wadah tempat memasak air yang sudah terisi air normal yang penuh. Selanjutnya, dia meletakkan wadah pemasak air tadi beserta kodoknya ke atas bara api. Selama beberapa menit kodok tersebut bersantai ria di dalam wadah menikmati hidupnya. Kodok itu tidak sadar akan api di bawah wadah yang semakin membuat air menjadi panas, hingga kodok itu mati dalam keadaan masak di dalam wadah.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah tersebut? Kata kuncinya "comfort zone" atau zona nyaman.
Kita seringkali tidak mau keluar dari tempat ternyaman kita, karena takut kehilangannya. Lama-kelamaan kondisi tersebut membunuh kita dalam arti membuat kita tidak berkembang sama sekali, tidak bermanfaat bagi orang lain, dan hanya memikirkan diri sendiri. Apa indahnya hidup tanpa berguna bagi orang lain? Jadi berhati-hatilah dengan kondisi nyaman. Berinovasilah dan cobalah hal-hal positif baru yang belum pernah kita lakukan. Tinggalkan zona nyaman, karena zona nyaman itu berbahaya.

Pada suatu hari, seorang dosen masuk ke sebuah kelas untuk mengajar seperti biasanya. Namun, kali ini dosen tersebut sedikit terlihat berbeda. Beliau membawa sebuah aquarium kecil, sebuah tas berisi penuh sesuatu yang belum diketahui, dan membawa beberapa botol minuman. Mahasiswa dalam kelas tersebut yang melihat sang dosen, terheran-heran dan bingung dengan apa yang dilakukan dosen. Lalu, dosen tersebut duduk di bangku yang telah disediakan. Beliau meletakkan aquarium kecil tadi di atas meja dan mengeluarkan satu per satu benda dari dalam tas. Pertama, beliau mengeluarkan beberapa buah bola golf dari tas dan memasukkannya ke dalam aquarium hingga mencapai batas atas aquarium, kemudian bertanya kepada mahasiswa di kelas. Apakah aquarium ini sudah penuh? Mahasiswa serentak menjawab sudah. Lalu, sang dosen mengeluarkan beberapa batu kerikil dari tas dan memasukkannya ke dalam aquarium melalui sela-sela bola golf hingga batas atas aquarium tersebut, kemudian beliau bertanya lagi kepada mahasiswa. Apakah aquarium ini sudah penuh? Mahasiswa kembali serentak menjawab sudah. Lagi-lagi, sang dosen mengeluarkan beberapa pasir dari tas dan memasukkannya ke dalam aquarium melalui sela-sela bola golf dan batu kerikil hingga batas atas aquarium tersebut, kemudian kembali bertanya kepada mahasiswa. Apakah aquarium ini sudah penuh? Dan lagi-lagi semua mahasiswa dengan serentak menjawab sudah. Terakhir kali, sang dosen menuangkan beberapa botol minuman yang dibawa tadi ke dalam aquarium hingga memenuhi aquarium tersebut, kemudian untuk terakhir kali bertanya kepada semua mahasiswa. Apakah aquarium ini sudah penuh? Dengan lebih keras dan tegas, seluruh mahasiswa menjawab sudah dan memang aquarium tersebut sudah terisi penuh.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah tersebut? Prioritas. Ya, prioritas dalam hal waktu. Bola golf yang pertama diumpamakan sebagai keluarga, artinya kita harus membuat keluarga menjadi hal paling prioritas dibandingkan hal lainnya. Susunlah waktu kita dimulai dari waktu untuk keluarga. Selanjutnya, kita susun waktu untuk pekerjaan yang diumpamakan sebagai batu kerikil, menjadi prioritas selanjutnya. Setelah kita menyusun waktu untuk pekerjaan, maka saatnya kita menggunakan waktu yang pasti masih ada untuk hobi, rekreasi, dan hal lainnya yang menenangkan serta menyenangkan diri. Yang terakhir, kita perlu menggunakan waktu lainnya untuk kehidupan sosial bermasyarakat, seperti nongkrong dan berkumpul bersama teman-teman. Begitulah cara membuat prioritas waktu agar tetap memberikan manfaat bagi sesama serta diri sendiri.


Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar.
Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman.
Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.
-Bung Hatta-


Related Post:
Batu Loncatan Indonesia Sejahtera
Kepedulian Mengingatkan Indahnya Bersyukur
Harapanku Untukmu
Negeriku Yang Kucinta (?)
Indonesiaku Pancasilaku
Penyebab Sulitnya Memberantas Korupsi
Politik Indonesia Era Presiden Jokowi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. Mohon cantumkan sumber jika mengutip artikel
2. Share jika bermanfaat
3. Kritik, saran, dan pertanyaan Saudara sangat saya harapkan