Definition List

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer

Bentuk-bentuk Penipuan Melalui Telepon atau Smartphone

Di zaman yang semakin maju ini, perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak dapat dibendung. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pekerjaan yang dapat kita kerjakan dengan mudah. Namun dibalik kemudahan yang diberikan, ada juga risiko yang semakin meningkat. Beberapa orang memanfaatkan kemudahan yang diberikan teknologi ini untuk memperoleh keuntungan pribadi, misalnya melakukan penipuan. Ada berbagai macam modus yang digunakan para pelaku penipuan untuk mengelabui korbannya. Berikut beberapa bentuk penipuan yang dilakukan melalui telepon atau smartphone.

 1. Berpura-pura sebagai polisi

Motif ini biasanya dimulai dengan seseorang yang menelepon dan menyampaikan informasi bahwa keluarga korban sedang ditahan karena sebuah kasus, misalnya kasus narkoba, kecelakaan, pencurian, dan lain sebagainya. Setelah itu, pelaku akan mengatakan bahwa korban harus mengirim uang damai, baik dalam bentuk pulsa ataupun melalui rekening. Biasanya korban akan percaya karena dilanda kepanikan.

2. Berpura-pura menemukan dompet

Motif ini biasanya dimulai dengan seseorang yang menelepon dan mengaku sebagai teman korban. Lalu, pelaku akan mengatakan bahwa dia menemukan sebuah dompet dan di dalamnya terdapat sejumlah uang. Kemudian, dia meminta tolong kepada korban agar berpura-pura mengaku kalau dompet yang ditemukan tersebut merupakan dompet korban. Pelaku meminta tolong dengan alasan ditahan oleh petugas keamanan karena melihat pelaku mengambil dompet yang terletak di lantai, sehingga korban diminta tolong mengaku bahwa dompet itu adalah miliknya agar dilepaskan oleh petugas keamanan. Sebagai gantinya, korban diiming-imingi akan dibagi hasil dari isi dompet.

3. Berpura-pura sebagai karyawan dari gojek atau perusahaan lain

Motif ini biasanya dimulai dengan telepon dari pelaku yang mengatakan bahwa korban terpilih menjadi pelanggan yang mendapatkan hadiah dari gojek berupa gopay senilai jutaan rupiah. Selanjutnya, pelaku meminta korban untuk pergi ke ATM guna mencairkan hadiah yang diberikan. Lalu, korban akan dipandu untuk memasukkan kode hadiah (padahal panduannya mengarah ke pengisian gopay). Angka yang digunakan merupakan angka acak untuk mengelabui korban, agar menganggap bahwa itu adalah kode. Begitu juga jika pelaku mengaku dari perusahaan lain yang mengatakan bahwa kita memenangkan sebuah hadiah. Mereka bisa menggunakan metode pengisian saldo di uang elektronik, seperti OVO dan lain sebagainya.

4. Berpura-pura sebagai anak atau keluarga korban

Motif ini biasanya dimulai dengan pelaku yang menelepon korban. Biasanya pelaku akan berbasa-basi dan menanyakan kabar korban seolah-olah sebagai anak atau keluarga korban. Di sini memang sedikit membingungkan jika kita tidak cermat karena suara pelaku bisa sangat mirip dengan suara anak atau keluarga korban. Secara perlahan pelaku akan menyampaikan keluhannya dan meminta bantuan kepada korban berupa dana, baik dalam bentuk pulsa maupun transfer rekening.

Oleh karena itu, kita harus semakin waspada dengan segala bentuk informasi, terutama informasi dari orang yang belumm kita kenal maupun orang yang mengaku sebagai keluarga. Jika ada yang berusaha menelepon melalui motif-motif di atas, silakan interogasi pelaku dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan jangan pernah memberikan informasi sekecil apapun kepada pelaku, baik berupa nama, alamat, dan informasi lainnya.




Dare to dream big dreams;
only big dreams have the power to move men's soul's.
-Marcus Aurelius-


Related Post:
Pahawang, Pulau Eksotis nan Alami 
Tarif dan Rute Bus Bandara Trans Lampung 

No comments:

Post a Comment

1. Mohon cantumkan sumber jika mengutip artikel
2. Share jika bermanfaat
3. Kritik, saran, dan pertanyaan Saudara sangat saya harapkan