Definition List

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer

Pahawang, Pulau Eksotis nan Alami

Pulau Pahawang, sebuah pulau di Provinsi Lampung yang menjadi tren di kalangan wisatawan akhir-akhir ini. Untuk memenuhi rasa penasaran, orang-orang banyak yang datang mengunjungi tempat ini. Rangkaian pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Pahawang menjadi daya tarik tersendiri bagi lokasi ini, ditambah lagi dengan alamnya yang masih alami dan bersih (semoga tetap bersih).

Saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan saya dan teman-teman saya ke Lampung, lebih tepatnya Pulau Pahawang. Perjalanan kami dimulai dari Bintaro, Tangerang Selatan. Untuk menuju ke Lampung, kami memutuskan melalui perjalanan darat. Selain untuk menghemat biaya, juga menambah pengalaman menyaksikan pemandangan-pemandangan yang tidak akan didapat jika melalui perjalanan udara.

Dari Bintaro kami menuju ke Stasiun Pondok Ranji menggunakan taksi online dan mengeluarkan biaya Rp2.000 per orang (murah karena pembayaran dibagi beberapa orang). Dari Stasiun Pondok Ranji kami menggunakan KRL menuju Stasiun Kebayoran, karena kereta api lokal yang menuju Pelabuhan Merak transit di Stasiun Kebayoran. Untuk biaya dari Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Kebayoran ini adalah sebesar Rp3.000 per orang.

Di Stasiun Kebayoran, kami membeli tiket kereta api lokal bernama KA Patas Merak dengan biaya Rp8.000 per orang. Tibalah saatnya kami menaiki KA Patas Merak. Anehnya, meskipun di tiket tertera nomor tempat duduk, ternyata kita tidak duduk sesuai nomor yang tertera. Dengan kata lain, bebas duduk dimana saja.

Setelah perjalanan sekitar 5 jam, kami sampai di Pelabuhan Merak, Banten. Stasiun Merak langsung berada di loket penyeberangan Pelabuhan Merak. Kami membeli tiket penyeberangan kapal feri yang harganya Rp13.000 dan akan diminta menunjukkan kartu identitas diri. Sambil menunggu waktu keberangkatan, kami makan malam di Pelabuhan Merak.

Setelah menunggu beberapa menit dan selesai makan, kapal yang akan kami tumpangi sudah selesai menurunkan penumpang yang datang dari Pelabuhan Bakauheni Lampung. Selanjutnya, kami menaiki kapal feri tersebut dan bersiap untuk berangkat. Setelah perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kami sampai di Pulau Sumatera, tepatnya di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.

Di Pelabuhan Bakauheni ini masih terlihat betapa buruknya sambutan beberapa oknum terhadap wisatawan. Ketika kami sampai, banyak sekali supir travel dan calo yang bertindak memaksa penumpang menaiki travel mereka. Hal ini terjadi bahkan sampai menarik barang penumpang. Jika kita tidak mau menaiki transportasi mereka, maka kita akan terus diikuti. Jika kita menolak dengan sedikit emosi, maka mereka malah lebih emosi dan marah kepada penumpang. Semoga hal ini menjadi perhatian ke depannya oleh pemerintah setempat. Karena jika tetap terjadi seperti ini, maka orang akan malas datang lagi untuk berwisata.

Dari Pelabuhan Bakauheni, kami melanjutkan perjalanan ke Terminal Rajabasa menggunakan transportasi bus. Nominal ongkos yang dikenakan bervariasi, berbeda antara bus yang memiliki fasilitas Air Conditioner (AC) dengan yang tidak memiliki fasilitas Air Conditioner (AC). Kami menggunakan bus yang tidak memiliki fasilitas Air Conditioner (AC) dengan harga Rp23.000 per orang.

Setelah sampai di Terminal Rajabasa, kami menuju ke Wilayah Gudang Garam, tepatnya ke tempat penyediaan transportasi mobil pick up menuju Pelabuhan Ketapang. Untuk sampai ke Wilayah Gudang Garam, kami menaiki bus Trans Bandar Lampung dengan total ongkos Rp7.000 per orang. Selanjutnya, kami menaiki bus pick up menuju Pelabuhan Ketapang dengan ongkos Rp10.000 per orang.

Dari Pelabuhan Ketapang, kami mencari penyedia jasa penyeberangan menuju Pulau Pahawang. Di Pelabuhan Ketapang ada banyak penyedia jasa penyeberangan menuju Pulau Pahawang, hanya perlu kita cari saja yang paling murah biayanya.

Akhirnya, kami sampai di Pulau Pahawang, Pulau Eksotis nan Alami.

Di Bandar Lampung juga ada Museum Lampung yang berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait kehidupan manusia zaman purba hingga zaman kerajaan Indonesia.


Outstanding people have one thing in common,
an absolute sense of mission.
-Zig Ziglar-


Related Post:
Tarif dan Rute Bus Bandara Trans Lampung

No comments:

Post a Comment

1. Mohon cantumkan sumber jika mengutip artikel
2. Share jika bermanfaat
3. Kritik, saran, dan pertanyaan Saudara sangat saya harapkan