Definition List

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer

Kelemahan Masyarakat Indonesia

Ternyata masyarakat di Indonesia masih banyak yang manja ya. Maunya dapat sesuatu, tapi gak kerja. Rata-rata diperdaya oleh kekayaan alam Indonesia yang sudah melimpah, namun terbatas. Paling senang dapat bantuan uang tunai, mungkin biar bisa digunakan untuk konsumsi. Dibuat kebijakan bantuan untuk hal produktif malah protes. Contohnya kartu pintar, masih banyak yang protes karena uangnya gak bisa digunakan sekaligus, lah mau dibuat belanja? Subsidi dihapus pada protes. Emang gak malu masih terima subsidi terus? Habis uang negara untuk subsidi. Di negara maju saja sudah banyak yang bahan bakar minyaknya malah dikenakan pajak. Lagipula, subsidi menekan kapasitas fiskal negara. Subsidi lebih banyak dinikmati oleh orang kaya, karena merekalah yang mampu membeli produk tersebut sebanyak-banyaknya. Sudah bukan masanya lagi kita hanya minta disuapin.

Disuruh bayar pajak gak mau. Malah banyak pejabat yang ketahuan masuk kasus Panama Papers. Bahkan ada cawagub yang ikut Tax Amnesty dan ternyata perusahaannya banyak yang bisa dikatakan ngemplang pajak. Bahkan, ada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang katanya "anggota dewan terhormat" tidak melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT)  Tahunan. Anggota DPR sering kunjungan kerja, tapi kok sepertinya gak ada hasil. Minta fasilitas ditambah, tapi kinerja? Kopong.

Banyak yang bilang utang Indonesia semakin bertambah. Iya bertambah, tapi harus dilihat penggunaannya, kan untuk pembangunan. Lagipula dibanding banyak negara lain, jumlah utang Indonesia dan rasio utang terhadap PDB masih sedikit. Lihat saja Jepang, mereka bisa bangkit karena utang dan lihat sekarang jumlah utang mereka berapa? Masih sangat banyak, tetapi perekonomian mereka tetap baik. Perusahaan-perusahaan saja rata-rata bisa berkembang dan besar ya dari utang. Jangan anti lah terhadap utang, yang penting pengelolaannya baik. Setelah sekian lama, akhirnya harga BBM hampir seluruh Indonesia terutama bagian Timur bisa sama. Tapi banyak yang pura-pura tidak tahu dan tidak mengapresiasi. Tanah negara diduduki atau digarap secara illegal. Saat negara mau pakai tanah untuk pembangunan (jalan misalnya), eh malah minta ganti rugi. Tanah milik siapa, yang minta ganti rugi siapa. Terus mau diganti rugi malah demo dan protes lagi karena harganya kurang mahal menurut mereka.

Pernah lagi, duit baru beredar, dibilang ada logo palu arit, dikaitkan sama PKI, aneh ya. Bisanya cuma buat kisruh. Malah gambar pahlawannya diprotes, yang protes emang udah buat apa untuk Indonesia? Kalau masih belum bisa buat apa-apa, mending diam aja deh. Ada pula yang mengejek pahlawan dari Papua. Dijamin itu orang-orang "sakit". Teroris ditangkap malah ada yang protes, bahkan mengecam Densus 88. Ada juga yang jelas-jelas menyebarkan kebencian, menghina presiden, melakukan sesuai kehendaknya, tapi bebas aja melangkah ke sana ke mari. Ada juga yang udah disangkutpautkan ke korupsi, tapi masih tidak tersentuh. Kuat mungkin ya bekingnya. Ada yang buat surat terbuka untuk presiden, gak tahu apa prestasi yang buat surat, apa kontribusinya, bisanya cuma protes tanpa data dan fakta. Mahasiswa masih banyak yang tidak bisa menggunakan pikirannya, dengan mudah dibodohi "pakai" berita HOAX. Negara luar atau musuh dengan mudah dapat memanfaatkan keadaan ini.

Mulutmu harimaumu. Peribahasa ini sepertinya harus diingat dan dipahami lagi saat ini. Zaman sekarang banyak orang yang secara terang-terangan menunjukkan emosinya di media sosial dengan mengeluarkan kata-kata atau ancaman yang tidak pantas, tetapi tidak memikirkan dampak ke depannya. Setelah videonya viral dan diciduk kepolisian, mereka mengatakan khilaf dan menyesal. Apakah tidak dipikirkan dulu sebelum melakukannya? Emosi yang ditunjukkan juga sangat tidak berperikemanusiaan, misalnya dengan ancaman membunuh, memenggal kepala, menggantung, dan lain sebagainya. Apakah mereka hanya akan menyesal jika sudah ditangkap?

Ketika terjadi banjir, kebanyakan orang akan langsung menyalahkan pemerintah, seolah-olah hanya pemerintah yang harus bertanggungjawab. Padahal, faktanya seringkali masyarakat lah yang ikut berkontribusi menyebabkan banjir, ditambah pemerintah daerahnya yang kurang paham cara menanggulangi banjir. Masih banyak masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah ke sungai dengan alasan tidak mempunyai tempat sampah. Selain membuangnya ke sungai, banyak juga yang membuang sampah di jalan dan tanah kosong yang sebenarnya bukanlah tempat pembuangan sampah.


Passion is energy,
Feel the power that comes
from focusing on what excites you.
-Oprah Winfrey-


Related Post:
Indonesia, Rendah Pendidikan Politik
Indonesia Makin Baik
Fakta-Fakta Kekeliruan Kajian Aliansi BEM SI
Politik Indonesia Era Presiden Jokowi
Indonesiaku Pancasilaku
Penyebab Sulitnya Memberantas Korupsi
Batu Loncatan Indonesia Sejahtera
Negeriku yang Kucinta (?)
Indonesia, Surga Koruptor (?) 
Kemana Arah Geopolitik Kita? 

No comments:

Post a Comment

1. Mohon cantumkan sumber jika mengutip artikel
2. Share jika bermanfaat
3. Kritik, saran, dan pertanyaan Saudara sangat saya harapkan